Cyber Ethic

 

.


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas etika dalam bidang yang lain lagi, yaitu etika dalam dunia maya atau cyber ethic. Sama pentingnya dengan profesi dan bisnis, dunia maya sekarang sudah berdampingan denganm kehidupan kita. Sehingga, diperlukan adanya etika untuk menjaga kondisi yang dalam dunia maya tetap baik tanpa harus memengaruhi kehidupan nyata kita, berikut adalah penjelsannya.

Pengertian dan tujuan

Dunia maya, atau internet, adalah sebuah ekosistem bioelektronik yang dinamis dan terus berkembang tanpa mengenal batas. Untuk menghadapi keragaman budaya serta identitas anonim yang ada di dalamnya, diperlukan penerapan cyber ethic, yakni panduan etika yang mampu beradaptasi dengan berbagai keberagaman tersebut. Selain itu, netiket juga hadir sebagai aturan beretika dalam penggunaan internet agar interaksi yang tercipta tetap nyaman, aman, dan konstruktif bagi semua pihak.

Aturan Inti Netiket

  • Bersikap saling membangun dan menghormati.
  • Bersikap terbuka dan krisis tetapi tetap konstruktif.
  • Menghormati orang lain dan topik diskusi.
  • Berhati hati serta selalu perhatikan setiap melakukan sebuah Tindakan.

Freedom of Expression and Controlling Access

Kebebasan berekspresi adalah hak fundamental yang penting bagi setiap individu, tetapi hak ini memiliki batasan ketika ekspresi tersebut tidak mengandung kebenaran dan berpotensi membahayakan orang lain. Pengendalian akses terhadap informasi di internet dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah melalui UU Telekomunikasi yang disahkan di Amerika Serikat pada tahun 1996. Selain itu, internet censorship memungkinkan suatu negara melarang aktivitas dunia maya yang bertentangan dengan kepentingan nasionalnya. Di samping itu, ada pula the law of the server, di mana aktivitas di dunia maya akan tunduk pada hukum sesuai dengan lokasi server atau halaman web yang bersangkutan.

Etika Bisnis


Selain dalam sebuah profesi, etika juga terdapat dalam kegiatan berbisnis. Etika bisnis ada supaya tujuan dalam bisnis tercapai dengan baik serta sesuai dengan keinginan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas seperti apakah etika dalam bisnis tekhusus pada bidang e-commerce.

Perbedaan Bisnis dan Etika Bsinis

Bisnis adalah  sebuah entitas berbntuk organisasi produktif yang menciptakan penjualan barang dan jasa untuk meraih keuntungan. Sementara itu, etika bisnis adalah prinsip yang mengatur perilaku dalam bisnis, mencakup segala aspek dari produksi hingga konsumsi.

Pentingnya Etika dalam Bisnis

Dikarenakan bisnis adalah bagian dari masyarakat yang penting. Maka bisnis memerlukan sebuah etika sebagai pedoman bagi pihak yang melakukan kegiatan bisnis. Selain itu, etika bisnis juga dapat memberikan pelajaran bahwa bisnis yang sukses bukan hanya yntyk mendapat keuntungan, tetapi bisnis yang etis dan dapat memelihara hubungan baik. Sehingga, Etika bisnis diperlukan untuk menjaga reputasi, hubungan baik, dan tanggung jawab sosial.

Prinsip-prinsip Etika Bisnis

Terdapat beberapa prinsip dalam etika bisnis yaitu seperti tanggung jawab, kejujuran, keadilan, integritas, dan saling menguntungkan atau dengan lebih jelasnya sebagai berikut :

  • Prinsip otonomi, kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawa secara moral atas keputusan yang diambil.
  • Prinsip kejujuran, bisnis tidak akan tahan lama jika tidak dilandasi kejujuran karena kejujuran kunci keberhasilan suatu bisnis.
  • Prinsip keadilan, tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
  • Prinsip saling menguntungkan, agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif.
  •  Prinsip integritas moral, para pelaku bisnis harus menjaga nama baik pribadi dan perusahaan/organisasi agar tetap dipercaya dan berintegritas tinggi.

Masalah dalam Etika Bisnis

  • Wal-Mart menjual produk sandal yang sangat mirip dengan brand sandal populer “Teva". Founder Teva Mark Thatcher mengamati penjualan sandal Teva mengalami penurunan dari US $69 juta menjadi US $42 juta, dan eksekutif perusahaan mengetahui karena Wal-Mart menjual sandal tembakan yang sama persis dengan Teva. Isu etika ini dibawa ke pengadilan oleh eksekutif Teva, dan Teva memenangkan hukum tersebut dan Wal-Mart setuju untuk berhenti menjual sepatu tersebut.
  • Etika juga terkait dengan budaya dimana bisnis beroperasi. Di Kanada dan US, sangat tidak pantas memberikan hadiah kepada calon klien pada pertemuan pertama, hadiah itu dianggap sogokan. Tapi di Jepang, dianggap tidak sopan apabila tidak membawa hadiah Pengalaman terhadap budaya-budaya tersebut penting untuk dipahami apakah perbuatanperbuatan tersebut tergolong etis dan tidak etis.

 E-Commerce

Menurut Chitrangda (2014), E-Commerce adalah kemampuan perusahaan untuk menyediakan website dinamis (dynamic presence) pada internet yang dapat digunakan untuk melangsungkan bisnis secara elektronik, atau dengan kata lain memiliki sebuah toko online. Melalui e-Commerce, produk dapat diiklankan, dijual dan dibayarkan secara elektronik tanpa harus mengeluarkan biaya dan tenaga yang cukup besar. Kelebihan terbesar dari e-Commerce adalah kemampuan untuk menyediakan transaksi belanja yang aman melalui internet dan hampir secara instan verifikasi dan validasi transaksi kartu kredit.

Benefit E-Commerce

  • Akses terhadap pasar global 
  • Penjualan langsung tanpa melalui perantara/pihak ketiga 
  • Usaha kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar 
  • Melakukan jual beli kapan saja 
  • Mampu membentuk loyalitas konsumen 
  • Mengurangi biaya pemasaran produk secara konvensional  
  • Perusahaan mendapat informasi detail tentang konsumen 
  • Keamanan transaksi, verifikasi otomatis, keamanan situs

Etika Dalam E-Commerce

Etika dalam berbisnis melalui e-commerce diataur dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI tentang e-Commerce yang kemudian dimuat dalam UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
  1. Semua situs perdagangan online harus terdaftar, tak bisa melakukan aktivitas jual-beli online secara bebas. 
  2. Pelaku bisnis online juga harus mendeklarasikan etika bisnis yang dimiliki. Pelaku bisnis online juga harus menyusun data dan bukti transaksi dengan benar. Data transaksi ini nantinya bisa digunakan sebagai alat bukti dan memiliki kekuatan hukum. 
  3. Lantaran perdagangan online bersifat global, Kementerian membolehkan pihak yang mengalami sengketa perdagangan untuk memilih kaidah hukum perdagangan internasional.
  4. Meski transaksi bersifat digital, kontrak harus tetap memasukkan identitas, spesifikasi barang, legalitas barang, nilai transaksi, dll. Situs e-commerce wajib membuat kontrak online dalam Bahasa Indonesia. 
  5. Situs perdagangan online juga harus memiliki trustmark. Dengan adanya trustmark internasional, konsumen akan merasa lebih aman saat berbelanja di situs tersebut. 
  6. Kementerian akan menerbitkan daftar hitam (blacklist) bagi situs perdagangan online yang melanggar aturan berdasarkan laporan yang masuk ke Kementerian Perdagangan.

Masalah dalam E-Commerce

  • Web spooving, Hacker membuat situs palsu yang hampir mirip dengan situs asli untuk menarik konsumen untuk memberikan nomor kartu kredit atau data penting lainnya.
  • Cyber-squatting,  Seseorang menggunakan nama domain milik organisasi terkenal, tujuannya untuk melanggar trademark. Kemudian memeras pemilik trademark aslinya dan mematok harga yang jauh lebih mahal. Biasanya menambahkan kata-kata yang merusak citra organisasi pemilik trademark tersebut.
  • Privacy invansion, Masalah penyalahgunaan informasi pribadi konsumen. Privacy invasion dapat dilakukan dengan 3 cara, Pertama, e-Commerce membeli informasi individu seperti detail personal, shopping habit, dan pola kunjungan website. Kemudian dijual kepada perusahaan untuk pemasaran produk. Kedua, Informasi pribadi “dicegat/interupt” oleh pihak yang tidak seharusnya mengetahui informasi pribadi kita. ketiga, Malware yang disisipkan melalui web yang merekam seluruh aktivitas konsumen pada website yang disimpan pada cookies
  • Online piracy, pembajakan online yang melanggar hak atas kekayaan intelektual seperti e-book, musik, video dll.
  • Email spamming, pamming melalui email yang pernah dimasukkan oleh konsumen. Kemudian dijadikan sebagai “pasar” untuk mengiklankan produk secara berkala.

Sertifikasi IT Profesional

 

Halo semuanya! Kembali lagi bareng aku Habibah Zulfatus Sa'adah sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember. Di kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu hal terpenting dalam membangun dunia karir, yaitu sertifikasi. Tidak sedikit orang yang sampai saat ini bertanya-tanya, apa sih pentingnya sertifikasi bagi seseorang dan perusahaan? Yuk langsung saja kita bahas bersama, dimulai dari pengertian sampai ke jenis-jenis sertifikasi, terutama dalam bidang IT.

Definisi

Menurut Badan Nasional Standarisasi Standarisasi Profesi (BNSP), sertifikasi adalah sertifikasi kerja yang diperlukan untuk mendapatkan atau meningkatkan kompetensi tertentu. Sertifikasi sering kali digunakan untuk menunjukkan kompetensi dan kualifikasi profesional. 

Pentingnya sertifikasi

Banyak manajer percaya bahwa sertifikasi memiliki peran yang penting dalam proses perekrutan karyawan baru. Berikut adalah beberapa alasannya:
  1. Membantu pelamar untuk mengisi posisi yang dibuka, dimana sertifikasi dapat membuktikan bahwa pelamar memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik.
  2. Hampir semua perusahaan memiliki karyawan IT yang mmegang sertifikasi, beberapa pengalaman menunjukkan bahwa pekerja bersertifikat bekerja lebih cerdas dan bertahan pada posisinya lebih lama. 
  3. Profesional bersetfikat menghasilkan karyawan terbaik, manajer mengakui bahwa pekerja bersertifikat bekerja dengan lebih terampil, berpenghasilan lebih banyak, dan lebih banyak mendapat pengakuan dibandingkan dengan staff yang tidak bersertifikat.
  4. Sertifikasi IT semakin penting, manajer semakin menyadari pentingnya sertifikasi dan berekspektasi hal ini akan terus berkembang kedepannya.
  5. Berlatih mandiri saja tidak cukup, seorang pelamar memerlukan validasi terkait keahliannya untuk memastikan dan menguji pengetahuan yang telah didapat.

Benefit Sertifikasi IT

Bagi individu

  1. Membuktikan keahlian.
  2. Terpisah dengan kandidat yang bersaing di pasar kerja yang kompetitif.
  3. Mendapat penghasilan yang lebih tinggi.
  4. Mendapat kredibiltas dan rasa hormat diantara rekan kerja dan atasan.
  5. Membuktikan dedikasi terhadap karir.
  6. Mendapat akses komunitas yang mungkin menghasilkan kerjasama dalam hal pekerjaan.

Bagi bisnis

  1. Manajer percaya bahwa sertifikasi penting untuk kinerja tim.
  2. Menginvestasikan, mempertahankan, dan mempromosikan karyawan yang menjanjikan.
  3. Meningkatkan keseluruhan kualitas layanan yang tersedia.
  4. Mendapat teknisi yang bekerja lebih konsisten, meningkatakan kehandalan IT dan organisasi.

Jenis-Jenis Sertifikasi Bidang IT






IT Forensic

Dalam era digital saat ini, kejahatan siber menjadi ancaman serius yang perlu diatasi dengan cermat. Di Kampus ku , mahasiswa diajarkan tent...