Kode Etik

 


Halo, Kembali lagi bersama aku Habibah Zulfatus Sa'adah dan kali  ini kita bakal membahas hal yang masih berkesinambungan dengan topik-topik kita sebelumnya nih, yaitu kode etik. Apa sih kode etik itu? Dan kenapa kita harus mempelajarinya? Yuk langsung aja kita masuk ke pembahasannya.

Definisi Kode Etik

Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Sedangkan menurut UU NO.8 (Pokok kepegawaian), kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga bisa disimpulkan bahwa kode etik adalah tanda atau simbol yang disepakati untuk tujuan tertentu, termasuk pedoman etis dalam pekerjaan.

Tujuan Utama

Memberikan jasa terbaik kepada pemakai jasa dan melindungi dari tindakan tidak profesional. Contohnya, saat aku ingin mengunjungi perpustakaan di kampusku, petugas perpustakaan akan memberikan pelayanan yang ramah dan cekatan sebagai bentuk jasa terbaik mereka. Selain itu, jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, maka dengan adanya kode etik bisa melindungi mereka untuk menangani hal tersebut.

Prinsip-prinsip

  1. Tanggung jawab, seseorang yang memiliki profesi harus mempu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan profesinya.
  2. Keadilan, menuntut seseorang menjalankan profesinya tanpa merugikan orang lain.
  3. Otonomi, seseorang diberikan kebebasan dalam menjalani profesinya berdasarkan kenutuhan profesional.
  4. Integritas moral, diuntut memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesi, masyarakat dan dirinya sendiri. 

Sifat Kode Etik 

  1. Singkat
  2. Sederhana
  3. Jelas dan kosisten
  4. Masuk akal
  5. Dapat diterima
  6. Praktis dan dapat dilaksanakan
  7. komprehensif dan lengkap
  8. Positif dalam formulasinya

Fungsi Kode Etik

  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  2. Sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
  3. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Sanksi Pelanggaran

  1. Sanksi moral
  2. Sanksi terhadap Tuhan Yang Maha Esa 
  3. Sanksi dijatuhkan dari organisasi yang bersangkutan

Contoh dan Jenis Pelamggaran Kode Etik Bidang IT

  1. Hacker dan cracker
  2. Denial of service attack
  3. Piracy
  4. Gambling
  5. Pornography dan paedophilia
  6. Data forgery
Nah sekarang kalian semua sudah paham dong apa itu kode etik dan tujuannya. Itu artinya tidak hanya dlam dunia pekerjaan, dalam kehidupan sehari-hari juga kita harus bertindak sesuai kode etik yang ada mulai sekarang ya.

Profesi IT dan Profesionalisme


Adakah diantara kalian yang penasaran tentang profesi dunia IT? Atau bahkan ada yang mengira kalau lulusan IT itu bakal jadi tukang servis komputer? Jadi tukang fotokopi? nggak ya guys, dunia IT itu sangat luas dan tidak selalu berputar di pekerjaan tersebut apalagi di dunia yang serba maju seperti sekarang.

Oleh karena itu, yuk kita bahas bagaimana sih sebenarnya dunia profesional IT itu? Bareng aku, Habibah Zulfatus Sa'adah sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer di Universitas Jember.

Profesi dan Profesional

Seperti yang sudah dibahas di topik sebelumnya, profesi adalah panggilan/sebutan yang membutuhkan keahlian khusus dan persiapan akademik yang panjang dan intensif. Sedangkan, Seorang "profesional employee" didefiniskan sebagai orang yang terlibat dalam pekerjaan dimana dalam pekerjaan tersebut membutuhkan pengetahuan yang cukup dalam pada bidang tertentu yang biasanya didapat dari suatu institusi pendidikan tinggi, terdapat syarat, aturan dan penilaian dalam kinerjanya, serta memiliki karakter intelektual yang mendominasi.

IT Profesional

Seorang pekerja IT dapat disebut sebagai profesional, karena mereka memiliki persyaratan yang relevan dengan definisi sebuah profesi. Para pekerja IT diharuskan untuk memiliki kemampuan adaptasi terhadap etika dan standar profesi, karena dalam industri teknologi informasi mengalami perubahan yang sangat cepat dan luas. Sehingga, mereka dituntut untuk bisa selalu mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.

Etika Seorang IT Profesional

  1. Berpikiran terbuka terhadap teknologi yang dibutuhkan perusahaan/pasar
  2. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan rekan kerja, atasan, stakeholder, masyarakat, dan lain-lain
  3. Melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, serta berkomitmen untuk selalu mengembangkan kemampuannya
  4. Memahami standar etika profesional berdasarkan pada Body of Knowledge (BOK) atau aturan yang mengikat di tiap asosiasi, contohnya seperti IEEE, ACM, AIS, SANS, dan lain-lain

Profesionalisme

Menurut KBBI, Profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang professional. Profesionalisme adalah kemampuan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan benar dan efektif, serta komitmen anggota profesi untuk meningkatkan keterampilan karyawan.

Ciri-ciri Profesionalisme di Bidang IT

  1. Memiliki keahlian yang tinggi dalam suatu bidang serta mahir menggunakan alat-alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang berhubungan dengan teknologi informasi
  2. Memiliki pengetahuan, pengalaman, serta kecerdasan dalam menganalisis masalah, mampu dengan cepat dan tepat memahami situasi, serta teliti dalam mengambil keputusan terbaik berdasarkan kepekaan
  3. Berorientasi pada masa depan, sehingga mampu mengantisipasi perubahan dan perkembangan lingkungan di sekitarnya
  4. Bersikap mandiri dengan percaya diri terhadap kemampuan pribadi, serta terbuka untuk mendengarkan dan menghargai pandangan orang lain

 Jenis Profesi di Bidang Teknologi Informasi



Profesi pada bidang teknologi informasi terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu, software engineering, data dan business, IT engineer, IT management, dan IT operational. Kelompok tersebut terbagi lagi menjadi beberapa profesi dan dalam profesi-profesinya terdapat tingkatan yaitu, junior, middle, dan expert yang tertinggi.

Software Engineering

  • Project manager
  • system analyst
  • System architect/system designer
  • Programmer
  • Mobile app developer
  • Front-end developer
  • Back-end developer
  • Website developer
  • Quality control (QC) manager
  • Quality assurance (QA) manager
  • UI/UX designer

IT Engineer

  • IT Support manager
  • IT Support specialist
  • Network engineer
  • Network system administrator
  • IT Security specialist
  • Technical support engineer

IT Operational

  • EDP Operator
  • System administrator
  • Website administrator
  • Helpdesk technician
  • Helpdesk specialist

Data & Business

  • Data scientist
  • Data analytics manager
  • Data center manager
  • Data quality specialist
  • Database designer
  • Database administrator
  • IT Strategy specialist
  • Digital content writer
  • Online marketing specialist

IT Management

  • IT Auditor
  • IT Consultant
  • IT Governance specialist

Nah itulah penjelasan tentang dunia profesi IT. Sekarang sudah tahu dong kalau IT itu memiliki banyak profesi dan peluang yang besar dalam dunia kerja, kalian tertarik dengan profesi yang mana nih? Aku sendiri tertarik untuk menjadi UI/UX designer, aku merasa akan memiliki kemampuan yang cukup dalam profesi itu. Jika diantara kalian tertarik dengan profesi yang sama sepertiku, untuk menjadi UI/UX designer kamu perlu sertifikasi untuk meningkatkan kredibilitasmu, contohnya seperti Google UX Design Professional Certificate, Interaction Design Foundation (IDF) Certifications, Certified Usability Analyst (CUA) – Human Factors International, dan masih banyak lagi.

Etika Profesi

 


Pernahkan kalian terpikir mengapa seseorang harus menjaga sikapnya saat bekerja? Atau bahkan beberapa profesi mengharuskan pekerjanya menggunakan seluruh waktunya untuk bekerja? Semua keharusan itu berkaitan erat dengan etika profesi. 

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, yuk kita bahas lebih jauh tentang etika profesi bareng aku, Habibah Zulfatus Sa'adah sebagai mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer di Universitas Jember

Sebelum kita membahas mengapa seseorang diharuskan beretika saat bekerja. Kita perlu paham terlebih dahulu Etika, moral, hukum, etiket, profesi, dan profesional, yuk kita bahas apa saja pengertiannya. 

Pengertian Etika, Moral, Hukum, dan Etiket


Etika 

Etika adalah seperangkat keyakinan tentang perilaku benar dan salah dalam suatu lingkup kehidupan/masyarakat. Etika bisa juga dianggap sebagai perilaku yang diharapkan seseorang oleh suatu kelompok dimana seseorang berada. Contohnya seperti perbedaan kebiasaan makan antara orang Indonesia dengan orang yang tinggal di negara bagian barat, mereka akan saling menganggap aneh/salah.


Moral 

Moral adalah keyakinan pribadi seseorang tentang benar dan salah. Seperti halnya etika, moral juga merupakan sebuah perilaku benar dan salah namun terdapat perbedaan dalam lingkupnya, lingkupnya yang terbatas pada pribadi seseorang. Moral seharusnya ditaati oleh siapa saja, sedangkan etika bergantung pada situasi, kondisi, atau tujuan tertentu. Contohnya seperti ketika seseorang terlambat datang ke suatu pertemuan, dia merasa harus mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Hukum 

Hukum adalah suatu sistem yang memberitahu kita apa yang benar dan salah, serta apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. Hukum ditegakkan dan dibuat oleh suatu institusi, peraturan yang ada bersifat mengikat dan memaksa. Contohnya, peraturan untuk setiap warga negara wajib memiliki ktp.

Etiket

Etiket adalah suatu perilaku benar dan salah yang hanya berlaku ketika kita sedang tidak sendiri atau terdapat saksi mata. Contohnya, saat kamu sedang makan sendirian sambil mengangkat kakimu keatas kursi itu tidak masalah. Tetapi jika kamu makan sambil mengangkat kakimu ketika bersama orang lain, maka itu akan dianggap buruk/tidak sopan.

Pengertian Profesi dan Profesional


Profesi

Profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan keahlian, menggunakan teori ilmiah, serta memerlukan dedikasi yang tinggi dalam bidang tertentu. Suatu pekerjaan bisa disebut sebagai profesi jika memiliki ciri-ciri seperti:
  1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoritis
  2. Asosiasi profesional
  3. Pedidikan yang ekstensi
  4. Ujian kompetensi
  5. Pelatihan institusional
  6. Lisensi
  7. Kode etik
  8. Status dan imbalan

Profesional

Profesional adalah sebuah sebutan yang bisa mengacu pada dua hal, cara kerja dan seseorang. Profesional dapat digunakan sebagai sebutan untuk kualitas kerja seseorang meskipun pekerjaan tersebut bukan sebuah profesi. Contohnya, seorang penyapu jalan bekerja secara profesional dengan hasil kerjanya yang selalu bersih. Profesional juga dapat digunakan sebagai sebutan untuk seseorang yang menekuni suatu profesi. Contohnya, pilot adalah seorang profesional karena dia memerlukan pendidikan yang khusus untuk menekuni pekerjaannya. 

Etika Profesi dan Kode Etik Profesi


Etika Profesi

Etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional dengan penuh ketertiban dan keahlian dalam melaksanakan kewajiban terhadap masyarakat. Contohnya, seorang bidan yang harus profesional memberi pelayanan yang ramah dan teliti kepada pasiennya.

Kode Etik Profesi

Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan apa yang tidak benar serta perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari bagi profesional. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. 

Fungsi Kode Etik Profesi

  1. Sebagai pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
  3. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Setelah membaca penbahasan diatas, sekarang pertanyaan-pertanyaan tadi sudah bisa terjawab dong. Jadi, kode etik profesi memainkan peran yang sangat penting dalam memandu perilaku profesional, memastikan bahwa setiap individu dalam profesi tersebut bertindak sesuai dengan standar yang diterima. Dengan demikian, kode etik tidak hanya melindungi kepentingan publik tetapi juga memperkuat kualitas dan reputasi profesi itu sendiri.


 

IT Forensic

Dalam era digital saat ini, kejahatan siber menjadi ancaman serius yang perlu diatasi dengan cermat. Di Kampus ku , mahasiswa diajarkan tent...