Cyber Ethic

 

.


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas etika dalam bidang yang lain lagi, yaitu etika dalam dunia maya atau cyber ethic. Sama pentingnya dengan profesi dan bisnis, dunia maya sekarang sudah berdampingan denganm kehidupan kita. Sehingga, diperlukan adanya etika untuk menjaga kondisi yang dalam dunia maya tetap baik tanpa harus memengaruhi kehidupan nyata kita, berikut adalah penjelsannya.

Pengertian dan tujuan

Dunia maya, atau internet, adalah sebuah ekosistem bioelektronik yang dinamis dan terus berkembang tanpa mengenal batas. Untuk menghadapi keragaman budaya serta identitas anonim yang ada di dalamnya, diperlukan penerapan cyber ethic, yakni panduan etika yang mampu beradaptasi dengan berbagai keberagaman tersebut. Selain itu, netiket juga hadir sebagai aturan beretika dalam penggunaan internet agar interaksi yang tercipta tetap nyaman, aman, dan konstruktif bagi semua pihak.

Aturan Inti Netiket

  • Bersikap saling membangun dan menghormati.
  • Bersikap terbuka dan krisis tetapi tetap konstruktif.
  • Menghormati orang lain dan topik diskusi.
  • Berhati hati serta selalu perhatikan setiap melakukan sebuah Tindakan.

Freedom of Expression and Controlling Access

Kebebasan berekspresi adalah hak fundamental yang penting bagi setiap individu, tetapi hak ini memiliki batasan ketika ekspresi tersebut tidak mengandung kebenaran dan berpotensi membahayakan orang lain. Pengendalian akses terhadap informasi di internet dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah melalui UU Telekomunikasi yang disahkan di Amerika Serikat pada tahun 1996. Selain itu, internet censorship memungkinkan suatu negara melarang aktivitas dunia maya yang bertentangan dengan kepentingan nasionalnya. Di samping itu, ada pula the law of the server, di mana aktivitas di dunia maya akan tunduk pada hukum sesuai dengan lokasi server atau halaman web yang bersangkutan.

Etika Bisnis


Selain dalam sebuah profesi, etika juga terdapat dalam kegiatan berbisnis. Etika bisnis ada supaya tujuan dalam bisnis tercapai dengan baik serta sesuai dengan keinginan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas seperti apakah etika dalam bisnis tekhusus pada bidang e-commerce.

Perbedaan Bisnis dan Etika Bsinis

Bisnis adalah  sebuah entitas berbntuk organisasi produktif yang menciptakan penjualan barang dan jasa untuk meraih keuntungan. Sementara itu, etika bisnis adalah prinsip yang mengatur perilaku dalam bisnis, mencakup segala aspek dari produksi hingga konsumsi.

Pentingnya Etika dalam Bisnis

Dikarenakan bisnis adalah bagian dari masyarakat yang penting. Maka bisnis memerlukan sebuah etika sebagai pedoman bagi pihak yang melakukan kegiatan bisnis. Selain itu, etika bisnis juga dapat memberikan pelajaran bahwa bisnis yang sukses bukan hanya yntyk mendapat keuntungan, tetapi bisnis yang etis dan dapat memelihara hubungan baik. Sehingga, Etika bisnis diperlukan untuk menjaga reputasi, hubungan baik, dan tanggung jawab sosial.

Prinsip-prinsip Etika Bisnis

Terdapat beberapa prinsip dalam etika bisnis yaitu seperti tanggung jawab, kejujuran, keadilan, integritas, dan saling menguntungkan atau dengan lebih jelasnya sebagai berikut :

  • Prinsip otonomi, kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawa secara moral atas keputusan yang diambil.
  • Prinsip kejujuran, bisnis tidak akan tahan lama jika tidak dilandasi kejujuran karena kejujuran kunci keberhasilan suatu bisnis.
  • Prinsip keadilan, tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
  • Prinsip saling menguntungkan, agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif.
  •  Prinsip integritas moral, para pelaku bisnis harus menjaga nama baik pribadi dan perusahaan/organisasi agar tetap dipercaya dan berintegritas tinggi.

Masalah dalam Etika Bisnis

  • Wal-Mart menjual produk sandal yang sangat mirip dengan brand sandal populer “Teva". Founder Teva Mark Thatcher mengamati penjualan sandal Teva mengalami penurunan dari US $69 juta menjadi US $42 juta, dan eksekutif perusahaan mengetahui karena Wal-Mart menjual sandal tembakan yang sama persis dengan Teva. Isu etika ini dibawa ke pengadilan oleh eksekutif Teva, dan Teva memenangkan hukum tersebut dan Wal-Mart setuju untuk berhenti menjual sepatu tersebut.
  • Etika juga terkait dengan budaya dimana bisnis beroperasi. Di Kanada dan US, sangat tidak pantas memberikan hadiah kepada calon klien pada pertemuan pertama, hadiah itu dianggap sogokan. Tapi di Jepang, dianggap tidak sopan apabila tidak membawa hadiah Pengalaman terhadap budaya-budaya tersebut penting untuk dipahami apakah perbuatanperbuatan tersebut tergolong etis dan tidak etis.

 E-Commerce

Menurut Chitrangda (2014), E-Commerce adalah kemampuan perusahaan untuk menyediakan website dinamis (dynamic presence) pada internet yang dapat digunakan untuk melangsungkan bisnis secara elektronik, atau dengan kata lain memiliki sebuah toko online. Melalui e-Commerce, produk dapat diiklankan, dijual dan dibayarkan secara elektronik tanpa harus mengeluarkan biaya dan tenaga yang cukup besar. Kelebihan terbesar dari e-Commerce adalah kemampuan untuk menyediakan transaksi belanja yang aman melalui internet dan hampir secara instan verifikasi dan validasi transaksi kartu kredit.

Benefit E-Commerce

  • Akses terhadap pasar global 
  • Penjualan langsung tanpa melalui perantara/pihak ketiga 
  • Usaha kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar 
  • Melakukan jual beli kapan saja 
  • Mampu membentuk loyalitas konsumen 
  • Mengurangi biaya pemasaran produk secara konvensional  
  • Perusahaan mendapat informasi detail tentang konsumen 
  • Keamanan transaksi, verifikasi otomatis, keamanan situs

Etika Dalam E-Commerce

Etika dalam berbisnis melalui e-commerce diataur dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI tentang e-Commerce yang kemudian dimuat dalam UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
  1. Semua situs perdagangan online harus terdaftar, tak bisa melakukan aktivitas jual-beli online secara bebas. 
  2. Pelaku bisnis online juga harus mendeklarasikan etika bisnis yang dimiliki. Pelaku bisnis online juga harus menyusun data dan bukti transaksi dengan benar. Data transaksi ini nantinya bisa digunakan sebagai alat bukti dan memiliki kekuatan hukum. 
  3. Lantaran perdagangan online bersifat global, Kementerian membolehkan pihak yang mengalami sengketa perdagangan untuk memilih kaidah hukum perdagangan internasional.
  4. Meski transaksi bersifat digital, kontrak harus tetap memasukkan identitas, spesifikasi barang, legalitas barang, nilai transaksi, dll. Situs e-commerce wajib membuat kontrak online dalam Bahasa Indonesia. 
  5. Situs perdagangan online juga harus memiliki trustmark. Dengan adanya trustmark internasional, konsumen akan merasa lebih aman saat berbelanja di situs tersebut. 
  6. Kementerian akan menerbitkan daftar hitam (blacklist) bagi situs perdagangan online yang melanggar aturan berdasarkan laporan yang masuk ke Kementerian Perdagangan.

Masalah dalam E-Commerce

  • Web spooving, Hacker membuat situs palsu yang hampir mirip dengan situs asli untuk menarik konsumen untuk memberikan nomor kartu kredit atau data penting lainnya.
  • Cyber-squatting,  Seseorang menggunakan nama domain milik organisasi terkenal, tujuannya untuk melanggar trademark. Kemudian memeras pemilik trademark aslinya dan mematok harga yang jauh lebih mahal. Biasanya menambahkan kata-kata yang merusak citra organisasi pemilik trademark tersebut.
  • Privacy invansion, Masalah penyalahgunaan informasi pribadi konsumen. Privacy invasion dapat dilakukan dengan 3 cara, Pertama, e-Commerce membeli informasi individu seperti detail personal, shopping habit, dan pola kunjungan website. Kemudian dijual kepada perusahaan untuk pemasaran produk. Kedua, Informasi pribadi “dicegat/interupt” oleh pihak yang tidak seharusnya mengetahui informasi pribadi kita. ketiga, Malware yang disisipkan melalui web yang merekam seluruh aktivitas konsumen pada website yang disimpan pada cookies
  • Online piracy, pembajakan online yang melanggar hak atas kekayaan intelektual seperti e-book, musik, video dll.
  • Email spamming, pamming melalui email yang pernah dimasukkan oleh konsumen. Kemudian dijadikan sebagai “pasar” untuk mengiklankan produk secara berkala.

Sertifikasi IT Profesional

 

Halo semuanya! Kembali lagi bareng aku Habibah Zulfatus Sa'adah sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember. Di kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu hal terpenting dalam membangun dunia karir, yaitu sertifikasi. Tidak sedikit orang yang sampai saat ini bertanya-tanya, apa sih pentingnya sertifikasi bagi seseorang dan perusahaan? Yuk langsung saja kita bahas bersama, dimulai dari pengertian sampai ke jenis-jenis sertifikasi, terutama dalam bidang IT.

Definisi

Menurut Badan Nasional Standarisasi Standarisasi Profesi (BNSP), sertifikasi adalah sertifikasi kerja yang diperlukan untuk mendapatkan atau meningkatkan kompetensi tertentu. Sertifikasi sering kali digunakan untuk menunjukkan kompetensi dan kualifikasi profesional. 

Pentingnya sertifikasi

Banyak manajer percaya bahwa sertifikasi memiliki peran yang penting dalam proses perekrutan karyawan baru. Berikut adalah beberapa alasannya:
  1. Membantu pelamar untuk mengisi posisi yang dibuka, dimana sertifikasi dapat membuktikan bahwa pelamar memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik.
  2. Hampir semua perusahaan memiliki karyawan IT yang mmegang sertifikasi, beberapa pengalaman menunjukkan bahwa pekerja bersertifikat bekerja lebih cerdas dan bertahan pada posisinya lebih lama. 
  3. Profesional bersetfikat menghasilkan karyawan terbaik, manajer mengakui bahwa pekerja bersertifikat bekerja dengan lebih terampil, berpenghasilan lebih banyak, dan lebih banyak mendapat pengakuan dibandingkan dengan staff yang tidak bersertifikat.
  4. Sertifikasi IT semakin penting, manajer semakin menyadari pentingnya sertifikasi dan berekspektasi hal ini akan terus berkembang kedepannya.
  5. Berlatih mandiri saja tidak cukup, seorang pelamar memerlukan validasi terkait keahliannya untuk memastikan dan menguji pengetahuan yang telah didapat.

Benefit Sertifikasi IT

Bagi individu

  1. Membuktikan keahlian.
  2. Terpisah dengan kandidat yang bersaing di pasar kerja yang kompetitif.
  3. Mendapat penghasilan yang lebih tinggi.
  4. Mendapat kredibiltas dan rasa hormat diantara rekan kerja dan atasan.
  5. Membuktikan dedikasi terhadap karir.
  6. Mendapat akses komunitas yang mungkin menghasilkan kerjasama dalam hal pekerjaan.

Bagi bisnis

  1. Manajer percaya bahwa sertifikasi penting untuk kinerja tim.
  2. Menginvestasikan, mempertahankan, dan mempromosikan karyawan yang menjanjikan.
  3. Meningkatkan keseluruhan kualitas layanan yang tersedia.
  4. Mendapat teknisi yang bekerja lebih konsisten, meningkatakan kehandalan IT dan organisasi.

Jenis-Jenis Sertifikasi Bidang IT






Kode Etik

 


Halo, Kembali lagi bersama aku Habibah Zulfatus Sa'adah dan kali  ini kita bakal membahas hal yang masih berkesinambungan dengan topik-topik kita sebelumnya nih, yaitu kode etik. Apa sih kode etik itu? Dan kenapa kita harus mempelajarinya? Yuk langsung aja kita masuk ke pembahasannya.

Definisi Kode Etik

Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Sedangkan menurut UU NO.8 (Pokok kepegawaian), kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga bisa disimpulkan bahwa kode etik adalah tanda atau simbol yang disepakati untuk tujuan tertentu, termasuk pedoman etis dalam pekerjaan.

Tujuan Utama

Memberikan jasa terbaik kepada pemakai jasa dan melindungi dari tindakan tidak profesional. Contohnya, saat aku ingin mengunjungi perpustakaan di kampusku, petugas perpustakaan akan memberikan pelayanan yang ramah dan cekatan sebagai bentuk jasa terbaik mereka. Selain itu, jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, maka dengan adanya kode etik bisa melindungi mereka untuk menangani hal tersebut.

Prinsip-prinsip

  1. Tanggung jawab, seseorang yang memiliki profesi harus mempu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan profesinya.
  2. Keadilan, menuntut seseorang menjalankan profesinya tanpa merugikan orang lain.
  3. Otonomi, seseorang diberikan kebebasan dalam menjalani profesinya berdasarkan kenutuhan profesional.
  4. Integritas moral, diuntut memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesi, masyarakat dan dirinya sendiri. 

Sifat Kode Etik 

  1. Singkat
  2. Sederhana
  3. Jelas dan kosisten
  4. Masuk akal
  5. Dapat diterima
  6. Praktis dan dapat dilaksanakan
  7. komprehensif dan lengkap
  8. Positif dalam formulasinya

Fungsi Kode Etik

  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  2. Sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
  3. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Sanksi Pelanggaran

  1. Sanksi moral
  2. Sanksi terhadap Tuhan Yang Maha Esa 
  3. Sanksi dijatuhkan dari organisasi yang bersangkutan

Contoh dan Jenis Pelamggaran Kode Etik Bidang IT

  1. Hacker dan cracker
  2. Denial of service attack
  3. Piracy
  4. Gambling
  5. Pornography dan paedophilia
  6. Data forgery
Nah sekarang kalian semua sudah paham dong apa itu kode etik dan tujuannya. Itu artinya tidak hanya dlam dunia pekerjaan, dalam kehidupan sehari-hari juga kita harus bertindak sesuai kode etik yang ada mulai sekarang ya.

Profesi IT dan Profesionalisme


Adakah diantara kalian yang penasaran tentang profesi dunia IT? Atau bahkan ada yang mengira kalau lulusan IT itu bakal jadi tukang servis komputer? Jadi tukang fotokopi? nggak ya guys, dunia IT itu sangat luas dan tidak selalu berputar di pekerjaan tersebut apalagi di dunia yang serba maju seperti sekarang.

Oleh karena itu, yuk kita bahas bagaimana sih sebenarnya dunia profesional IT itu? Bareng aku, Habibah Zulfatus Sa'adah sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer di Universitas Jember.

Profesi dan Profesional

Seperti yang sudah dibahas di topik sebelumnya, profesi adalah panggilan/sebutan yang membutuhkan keahlian khusus dan persiapan akademik yang panjang dan intensif. Sedangkan, Seorang "profesional employee" didefiniskan sebagai orang yang terlibat dalam pekerjaan dimana dalam pekerjaan tersebut membutuhkan pengetahuan yang cukup dalam pada bidang tertentu yang biasanya didapat dari suatu institusi pendidikan tinggi, terdapat syarat, aturan dan penilaian dalam kinerjanya, serta memiliki karakter intelektual yang mendominasi.

IT Profesional

Seorang pekerja IT dapat disebut sebagai profesional, karena mereka memiliki persyaratan yang relevan dengan definisi sebuah profesi. Para pekerja IT diharuskan untuk memiliki kemampuan adaptasi terhadap etika dan standar profesi, karena dalam industri teknologi informasi mengalami perubahan yang sangat cepat dan luas. Sehingga, mereka dituntut untuk bisa selalu mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.

Etika Seorang IT Profesional

  1. Berpikiran terbuka terhadap teknologi yang dibutuhkan perusahaan/pasar
  2. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan rekan kerja, atasan, stakeholder, masyarakat, dan lain-lain
  3. Melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, serta berkomitmen untuk selalu mengembangkan kemampuannya
  4. Memahami standar etika profesional berdasarkan pada Body of Knowledge (BOK) atau aturan yang mengikat di tiap asosiasi, contohnya seperti IEEE, ACM, AIS, SANS, dan lain-lain

Profesionalisme

Menurut KBBI, Profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang professional. Profesionalisme adalah kemampuan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan benar dan efektif, serta komitmen anggota profesi untuk meningkatkan keterampilan karyawan.

Ciri-ciri Profesionalisme di Bidang IT

  1. Memiliki keahlian yang tinggi dalam suatu bidang serta mahir menggunakan alat-alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang berhubungan dengan teknologi informasi
  2. Memiliki pengetahuan, pengalaman, serta kecerdasan dalam menganalisis masalah, mampu dengan cepat dan tepat memahami situasi, serta teliti dalam mengambil keputusan terbaik berdasarkan kepekaan
  3. Berorientasi pada masa depan, sehingga mampu mengantisipasi perubahan dan perkembangan lingkungan di sekitarnya
  4. Bersikap mandiri dengan percaya diri terhadap kemampuan pribadi, serta terbuka untuk mendengarkan dan menghargai pandangan orang lain

 Jenis Profesi di Bidang Teknologi Informasi



Profesi pada bidang teknologi informasi terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu, software engineering, data dan business, IT engineer, IT management, dan IT operational. Kelompok tersebut terbagi lagi menjadi beberapa profesi dan dalam profesi-profesinya terdapat tingkatan yaitu, junior, middle, dan expert yang tertinggi.

Software Engineering

  • Project manager
  • system analyst
  • System architect/system designer
  • Programmer
  • Mobile app developer
  • Front-end developer
  • Back-end developer
  • Website developer
  • Quality control (QC) manager
  • Quality assurance (QA) manager
  • UI/UX designer

IT Engineer

  • IT Support manager
  • IT Support specialist
  • Network engineer
  • Network system administrator
  • IT Security specialist
  • Technical support engineer

IT Operational

  • EDP Operator
  • System administrator
  • Website administrator
  • Helpdesk technician
  • Helpdesk specialist

Data & Business

  • Data scientist
  • Data analytics manager
  • Data center manager
  • Data quality specialist
  • Database designer
  • Database administrator
  • IT Strategy specialist
  • Digital content writer
  • Online marketing specialist

IT Management

  • IT Auditor
  • IT Consultant
  • IT Governance specialist

Nah itulah penjelasan tentang dunia profesi IT. Sekarang sudah tahu dong kalau IT itu memiliki banyak profesi dan peluang yang besar dalam dunia kerja, kalian tertarik dengan profesi yang mana nih? Aku sendiri tertarik untuk menjadi UI/UX designer, aku merasa akan memiliki kemampuan yang cukup dalam profesi itu. Jika diantara kalian tertarik dengan profesi yang sama sepertiku, untuk menjadi UI/UX designer kamu perlu sertifikasi untuk meningkatkan kredibilitasmu, contohnya seperti Google UX Design Professional Certificate, Interaction Design Foundation (IDF) Certifications, Certified Usability Analyst (CUA) – Human Factors International, dan masih banyak lagi.

Etika Profesi

 


Pernahkan kalian terpikir mengapa seseorang harus menjaga sikapnya saat bekerja? Atau bahkan beberapa profesi mengharuskan pekerjanya menggunakan seluruh waktunya untuk bekerja? Semua keharusan itu berkaitan erat dengan etika profesi. 

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, yuk kita bahas lebih jauh tentang etika profesi bareng aku, Habibah Zulfatus Sa'adah sebagai mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer di Universitas Jember

Sebelum kita membahas mengapa seseorang diharuskan beretika saat bekerja. Kita perlu paham terlebih dahulu Etika, moral, hukum, etiket, profesi, dan profesional, yuk kita bahas apa saja pengertiannya. 

Pengertian Etika, Moral, Hukum, dan Etiket


Etika 

Etika adalah seperangkat keyakinan tentang perilaku benar dan salah dalam suatu lingkup kehidupan/masyarakat. Etika bisa juga dianggap sebagai perilaku yang diharapkan seseorang oleh suatu kelompok dimana seseorang berada. Contohnya seperti perbedaan kebiasaan makan antara orang Indonesia dengan orang yang tinggal di negara bagian barat, mereka akan saling menganggap aneh/salah.


Moral 

Moral adalah keyakinan pribadi seseorang tentang benar dan salah. Seperti halnya etika, moral juga merupakan sebuah perilaku benar dan salah namun terdapat perbedaan dalam lingkupnya, lingkupnya yang terbatas pada pribadi seseorang. Moral seharusnya ditaati oleh siapa saja, sedangkan etika bergantung pada situasi, kondisi, atau tujuan tertentu. Contohnya seperti ketika seseorang terlambat datang ke suatu pertemuan, dia merasa harus mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Hukum 

Hukum adalah suatu sistem yang memberitahu kita apa yang benar dan salah, serta apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. Hukum ditegakkan dan dibuat oleh suatu institusi, peraturan yang ada bersifat mengikat dan memaksa. Contohnya, peraturan untuk setiap warga negara wajib memiliki ktp.

Etiket

Etiket adalah suatu perilaku benar dan salah yang hanya berlaku ketika kita sedang tidak sendiri atau terdapat saksi mata. Contohnya, saat kamu sedang makan sendirian sambil mengangkat kakimu keatas kursi itu tidak masalah. Tetapi jika kamu makan sambil mengangkat kakimu ketika bersama orang lain, maka itu akan dianggap buruk/tidak sopan.

Pengertian Profesi dan Profesional


Profesi

Profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan keahlian, menggunakan teori ilmiah, serta memerlukan dedikasi yang tinggi dalam bidang tertentu. Suatu pekerjaan bisa disebut sebagai profesi jika memiliki ciri-ciri seperti:
  1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoritis
  2. Asosiasi profesional
  3. Pedidikan yang ekstensi
  4. Ujian kompetensi
  5. Pelatihan institusional
  6. Lisensi
  7. Kode etik
  8. Status dan imbalan

Profesional

Profesional adalah sebuah sebutan yang bisa mengacu pada dua hal, cara kerja dan seseorang. Profesional dapat digunakan sebagai sebutan untuk kualitas kerja seseorang meskipun pekerjaan tersebut bukan sebuah profesi. Contohnya, seorang penyapu jalan bekerja secara profesional dengan hasil kerjanya yang selalu bersih. Profesional juga dapat digunakan sebagai sebutan untuk seseorang yang menekuni suatu profesi. Contohnya, pilot adalah seorang profesional karena dia memerlukan pendidikan yang khusus untuk menekuni pekerjaannya. 

Etika Profesi dan Kode Etik Profesi


Etika Profesi

Etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional dengan penuh ketertiban dan keahlian dalam melaksanakan kewajiban terhadap masyarakat. Contohnya, seorang bidan yang harus profesional memberi pelayanan yang ramah dan teliti kepada pasiennya.

Kode Etik Profesi

Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan apa yang tidak benar serta perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari bagi profesional. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. 

Fungsi Kode Etik Profesi

  1. Sebagai pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
  3. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Setelah membaca penbahasan diatas, sekarang pertanyaan-pertanyaan tadi sudah bisa terjawab dong. Jadi, kode etik profesi memainkan peran yang sangat penting dalam memandu perilaku profesional, memastikan bahwa setiap individu dalam profesi tersebut bertindak sesuai dengan standar yang diterima. Dengan demikian, kode etik tidak hanya melindungi kepentingan publik tetapi juga memperkuat kualitas dan reputasi profesi itu sendiri.


 

IT Forensic

Dalam era digital saat ini, kejahatan siber menjadi ancaman serius yang perlu diatasi dengan cermat. Di Kampus ku , mahasiswa diajarkan tent...